Berkat-Berkat Bait Suci


Penasihat Pertama dalam Presidensi Area Asia

Berkat-berkat bait suci adalah penting bagi kita masing-masing. Agar semua dapat menerima berkat-berkat dari bait suci, Tuhan telah menyediakan sebuah cara agar kita dapat menolong mereka yang tidak memiliki sarana untuk melakukan perjalanan ke sebuah bait suci. Pada tahun 1992, Presidensi Utama menetapkan Dana Bantuan Patron Bait Suci Umum untuk membantu para anggota dari area-area dunia yang secara ekonomi kurang beruntung untuk mengunjungi bait suci. 1 Hasratnya adalah agar mereka menerima tata cara pribadi mereka secepat memungkinkan. Persetujuan baru-baru ini telah diberikan bagi Dana Bantuan Patron Bait Suci untuk digunakan dalam membantu seorang anggota keluarga inti menghadiri bait suci bersama anggota yang menerima pemberkahan. Dana tersebut didukung oleh donasi yang diterima dari para anggota yang secara sukarela memberikan sarana mereka untuk membantu sesama saudara mereka. Kontribusi ini adalah selain dan di luar persepuluhan dan sebuah persembahan puasa yang murah hati. Ini sesungguhnya adalah tindakan keallahan, kasih persaudaraan, pengabdian, kasih amal, dan kasih, ketika para anggota menyumbangkan persembahan sakral bagi Allah demi kepentingan orang lain.

                Para anggota yang memerlukan bantuan dari Dana Bantuan Patron Bait Suci diimbau untuk menghubungi para pemimpin imamat lokal mereka.

                Di dalam bait suci, melalui kehadiran-Nya dan semakin mendekatnya kita kepada Roh melalui melaksanakan tata cara-tata cara sakral, kita dapat menemukan Allah dan mengetahui bahwa Dia hidup. Tuhan telah mengungkapkan bahwa “… kehadiran-Ku akan ada di sana, karena Aku akan datang ke dalamnya, dan semua yang murni hatinya yang akan datang ke dalamnya akan melihat Allah.”2 Selain itu, di dalam tata cara imamat kita menemukan “kuasa keallahan dinyatakan”3 yang memperkenankan kita berkesempatan untuk menjadi lebih dekat kepada Allah.

                Terang dan pengetahuan lebih besar yang kita terima dari berkat-berkat bait suci akan meningkatkan kemampuan kita untuk memperbedakan dengan lebih baik antara kebenaran dan kesalahan serta akan meningkatkan kemampuan kita untuk menemukan Allah. Presiden Boyd K. Packer mengimbau kita untuk pergi ke bait suci untuk menjernihkan pikiran kita agar kita boleh melihat dengan lebih jelas lagi. “Di bait suci debu gangguan tampaknya mereda, kabut tampaknya terangkat, dan kita dapat ‘melihat’ hal-hal yang tidak dapat kita lihat sebelumnya serta menemukan sebuah cara mengatasi masalah kita yang sebelumnya tidak kita ketahui .… Berkat-berkat di sana tidak akan dibatasi pada pelayanan bait suci kita. Kita akan diberkati dalam semua urusan kita.”4

Presiden Thomas S. Monson meneguhkan bahwa menghadiri bait suci membantu kita dalam tantangan-tantangan kehidupan sehari-hari kita: “Sewaktu Anda dan saya pergi ke rumah-rumah Allah yang kudus, sewaktu kita mengingat perjanjian-perjanjian yang kita buat di dalamnya, kita akan lebih mampu menanggung setiap pencobaan dan untuk mengatasi setiap godaan. Di tempat perlindungan yang sakral ini kita akan menemukan kedamaian, kita akan diperbarui dan dibentengi.”5

Berkat-berkat dari kehadiran bait suci memberi kita kuasa untuk mengatasi pencobaan duniawi kita dan mengubahnya menjadi kesempatan bagi berkat serta mempersiapkan kita bagi kehidupan kekal. Berperan serta dalam tata cara-tata cara bait suci dan membuat perjanjian-perjanjian menolong untuk menguduskan baik mereka yang hidup maupun yang mati.

Presiden Gordon B. Hinckley mengatakan, “Sama seperti Penebus kita memberikan nyawa-Nya sebagai pengurbanan perwakilan bagi semua orang, dan dalam melakukannya menjadi Juruselamat kita, bahkan demikian juga kita, dalam cara yang sederhana, ketika kita terlibat dalam pekerjaan perwakilan di bait suci, menjadi seperti para juruselamat bagi mereka yang berada di sisi lain tabir yang tidak memiliki sarana untuk maju kecuali sesuatu dilaksanakan demi kepentingan mereka oleh mereka yang berada di bumi.”6

Penatua Jeffrey R. Holland berbagi pengalaman berikut mengenai pengurbanan dari para orang suci yang berdedikasi di Amerika Selatan yang menetapkan untuk berperan serta dalam peribadatan bait suci: “Pasak Punta Arenas Cile adalah pasak yang paling selatan di mana pun di planet ini … Bagi para Orang Suci Punta Arenas ke Bait Suci Santiago merupakan perjalanan dengan bus yang pulang-perginya berjarak 4.200 mil. Bagi sepasang suami istri biaya transportasinya saja dapat mencapai hingga 20 persen dari pendapatan lokal tahunan. Hanya 50 orang dapat diakomodasi di dalam bus, tetapi untuk setiap perjalanan 250 orang lainnya datang untuk mengadakan kebaktian singkat bersama mereka di pagi hari keberangkatan mereka … hanya untuk bernyanyi bersama, berdoa bagi, dan menyemangati perjalanan dari mereka [yang] pergi ke bait suci.”7

Sementara tidak semua pengalaman sedemikian dramatis, setiap pengurbanan pribadi untuk menghadiri bait suci akan mendatangkan berkat-berkat yang dijanjikan. ■

 

CATATAN

1 https://www.lds.org/liahona/2012/03/fund-helps-members-worldwide-receive-temple-blessings?lang=eng.

2 Ajaran dan Perjanjian 97:16.

3 Lihat Ajaran dan Perjanjian 84:19–20.

4 Boyd K. Packer, “The Holy Temple,” Ensign, Oktober 2010, 35.

5 Thomas S. Monson, “The Holy Temple—a Beacon to the World,” Ensign, Mei 2011, 93.

6 Gordon B. Hinckley, “Closing Remarks,” Ensign, November 2004, 105.

7 Jeffrey R. Holland, “Abide in Me,” Ensign, Mei 2004, 31.