Lewati navigasi utama

Pelayanan Kebersihan di Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah Ke-42

Pelayanan Kebersihan di Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah Ke-42

Dalam rangka berpartisipasi memperingati Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ke-42, pada tanggal 22 April 2017, Anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Pasak Jakarta mengadakan kerja bakti di TMII. Dipimpin oleh Presiden Djarot Subiantoro kerja bakti diikuti sekitar 60 anggota. Baru sekitar satu jam bersih-bersih, turunlah hujan angin dengan lebatnya, seolah-olah dicurahkan dari langit. Namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan tugas mulia itu.

Untuk sementara para peserta berteduh dan berkumpul di pendopo  bangunan utama, Sasono Utomo Joglo. Sebuah bangunan berarsitektur Jawa asli, terletak di sebelah utara Tugu Api Pancasila. Kemudian dibagikan bekal makan siang sambil menikmati pertunjukan ondel-ondel, seni budaya Betawi asli.

Selesai makan siang, hujan berhenti. Bersih-bersih dilanjutkan, sehingga pelataran di sekitar Tugu Api Pancasila betul-betul bersih. Seusai tugas, sambil melepas lelah  mereka menyaksikan pertunjukan akbar konser tambur kesenian khas Lampung, yang diiringi tarian para remaja. “Saya merasa bahagia dapat berbagi kasih dalam pelayanan kebersihan ini. Sambil kita memperkenalkan jati diri sebagai anggota Gereja Yesus Kristus,” ujar Brother Ferry Sutrisno dari keuskupan Lingkungan ke-1 Jakarta.  

Sister Sesi dari Lingkungan ke-2 Jakarta membagikan pernyataan senada: “Saya sangat menikmati kebersamaan dalam pelayanan kebersihan ini. Semoga kita bisa lebih sering melakukan pelayanan semacam ini.”

Kita sungguh bersyukur dan bangga memiliki taman rekreasi Taman Mini Indonesia Indah. Ini merupakan potret kecil dari Negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan keberagaman seni dan budaya dari suku-suku bangsa bagian dari negara kita tercinta. Taman Mini Indonesia Indah dibangun tahun 1975,  dalam era pemerintahan Presiden Indonesia yang kedua, Presiden Suharto. Mari kita lestarikan aset bangsa yang sangat berharga ini.