Profil Kantor Pusat Pelayanan Gereja

  • Pada sekitar tahun 1978-1979, Kantor Pusat Layanan Gereja yang saat itu masih bernama Pusat Distribusi  Penerjemahan dan Penerbitan, berpindah tempat dari Bandung ke Jakarta, tepatnya di Jalan Senopati no. 115, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Gedung ini pada awalnya, kira-kira tahun 1976, digunakan sebagai Gedung Pertemuan Gereja. Presiden Rowley yang saat itu melayani sebagai misionaris mengingat bahwa saat itu mendiang Presiden Gordon B. Hinckley pernah mengunjungi Indonesia dan berkunjung ke Gedung Gereja di Jalan Senopati.

  • Pada tahun 1989 Pusat Distribusi dan Indonesia Project Officer bergabung menjadi Kantor Pusat Pelayanan Gereja sampai saat ini yang terdiri dari beberapa departemen sebagai berikut: Departemen Keuangan, Kelompok Manajemen Fasilitas, Pusat Distribus, dan Departemen Penerjemahan.Saat ini, gedung ini juga menjadi kantor dari departemen lain seperti Seminari dan Insititut, Layanan Kemandirian, Kantor Presiden Misi, LDSC, dan rumah misi.

  • Misi Indonesia Jakarta Sejak tahun 2016, Presiden dan Sister Rowley melayani sebagai Presiden Misi Jakarta Indonesia. Mereka melayani bersama dua misionaris asisten, Elder dan Sister Moss serta Brother Ari Winarto sebagai Misi Indonesia JakartaAsisten Presiden Misi. Elder dan Sister Baird sebagai misionaris pasangan suami istri Urusan Kemasyarakatan serta Elder dan Sister Buell sebagai misionaris pasangan suami istri LDS Charities.

  • Manajer Kantor Pusat Pelayanan Gereja Brother Joshua Subandriyo telah menjabat sebagai Manajer Kantor Pusat Pelayanan Gereja sejak tahun 1989, yang pada saat itu memiliki 4 karyawan, dan saat ini telah memiliki 12 karyawan. Sejak tahun 2012, Manajer Kantor Pusat Pelayanan Gereja Indonesia juga membawahi Kantor Pusat Pelayanan Gereja di Malaysia dan Singapura.

  • Departemen Keuangan Menyediakan layanan catatan keuangan, catatan keanggotaaan, dan manajemen risiko untuk membantu mencapai misi Gereja dengan cara yang sederhana dan mudah diakses.

  • Kelompok Manajemen Fasilitas Kelompok Manajemen Fasilitas (Facilities Management Group) membantu setiap pasak mengoperasikan dan memelihara gedung pertemuan yang ada. Melakukan perbaikan besar dan pemeliharaan rutin gedung. Kelompok Manajemen Fasilitas juga memastikan bahwa perlengkapan dan peralatan tersedia untuk digunakan oleh para anggota ketika mereka melakukan tugas pembersihan rutin.

  • Manajemen Material  Menyediakan materi dan layanan Keimamatan yang disetujui dan berkualitas bagi Pasak/Distrik, Lingkungan/Cabang dan anggota Gereja secara individu. Materi yang disediakan seperti buku-buku Gereja, Garmen bait suci, gambar/lukisan Gereja, Tulisan Suci dan majalah. Pemesanan materi-materi ini dapat dilakukan melalui Juru Tulis lingkungan/cabang Gereja. Layanan yang diberikan antara lain akomodasi bagi para pemimpin Gereja dan pengurusan visa bagi para calon misionaris yang ditugaskan ke luar negeri.

  • Departemen Penerjemahan Departemen Penerjemahan menangani penerjemahan materi-materi Gereja kecuali Tulisan Suci. Antara lain majalah Liahona, Buku Pegangan Gereja, Buku Pedoman Guru dan Siswa Sekolah Minggu, Ajaran-Ajaran Presiden Gereja, buku-buku seminari dan institut, Nyanyian Rohani, siaran konferensi umum, siaran kebaktian CES, surat-surat dari Presidensi Utama, dan berbagai macam materi lainnya selain Tulisan Suci.

  • Layanan Kemandirian Layanan Kemandirian membantu, mendukung, dan bekerja bersama dengan Pemimpin Imamat dalam usaha mereka untuk membantu anggota—yang membutuhkan, bersedia menjadi layak, dan bersedia bekerja untuk menyediakan  bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka—menjadi lebih mandiri secara rohani dan jasmani melalui inisiatif Kemandirian dan Program Pinjaman DTP (Dana-tetap Pendidikan).

  • Seminari dan Institut (S&I) Menyelenggarakan kelas-kelas Seminari dan Institut sesuai usia mereka. Seminari ditujukan bagi para remaja yang duduk di kelas 3 SMP sampai kelas 3 SMA, sedangkan institut adalah bagi mereka yang usia 18 sampai 30 tahun. S&I berdiri di Indonesia sekitar tahun 1975 dengan brother Effian Kadarusman sebagai Country Director (1975-2004), kemudian dilanjutkan oleh brother Juswan Tandiman dari tahun 2004-2013. Brother Juswan Tandiman kemudian ditugasi sebagai Asia Director sejak tahun 2013, dan posisinya sebagai Country Director diisi oleh brother Paul Bernard Simanungkalit.