Apakah Anda Seorang Guru yang Efektif?

    Apakah Anda Seorang Guru yang Efektif?

    Apakah Anda pernah mendengar istilah pengajaran sistem SKS? Ada dua arti yang bersifat negatif dan positif. Yang negatif ialah Sistem Kebut Semalam. Sedangkan yang positif ialah Sasaran Keinsafan Siswa. Jika Anda mempersiapkan pelajaran Anda dengan cara SKS yang pertama, dapat dipastikan bahwa sulit bagi Anda untuk dapat menjadi guru yang efektif. Sebaliknya, jika Anda menerapkan SKS yang kedua, Anda dapat diharapkan menjadi pengajar yang efektif.

    SKS S K S S K S

    Hal itulah yang dibahas dalam pelatihan guru sepasak Jakarta, tanggal 30 Agustus dari pukul 10 pagi sampai pukul 3 siang, di gedung gereja Jl. Dr. Saharjo 317 B. Para guru juga diingatkan bahwa dalam mengajarkan Injil bukan hanya sekadar memberikan informasi, tetapi yang paling penting ialah membantu para siswa untuk sampai pada keinsafan. Oleh karena itu dibutuhkan persiapan yang cukup, dengan menggunakan metode-metode mengajar yang disediakan oleh Gereja di dalam buku Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia.  Dengan demikian Anda akan dapat mengajar dengan cara yang variatif. Salah satu cara yang diajarkan oleh Brother Juswan Tandiman ialah meminta Brother Sutadiyono dari Lingkungan Bogor untuk menggambar di papan tulis sebuah kisah dari kitab Lukas 10:25-37, yaitu Orang Samaria yang murah hati. Para peserta membacakan ayat-ayatnya dan Brother Sutadiyono menggambarnya di papan tulis.

    Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia

    Ada tersedia 3 kelas terpisah yang disediakan, yaitu untuk pengajar kelas dewasa, misalnya Lembaga Pertolongan, Kuorum Imamat, dan Sekolah Minggu dipandu oleh Brother Juswan Tandiman. Kelas  untuk pengajar remaja diajar oleh Sister Aischa Tandiman dan Brother Subandriyo. Kelas untuk pengajar anak-anak diajar  oleh Sister Sany Mulyawan.

    Sister Natalia Simanjuntak, dengan pemanggilannya sebagai guru Pratama dan Seminari dari Lingkungan ke-2 Jakarta menikmati kelas-kelas pelatihan tersebut. Dari pelatihan tersebut dia dapat belajar banyak tentang teknik-teknik mengajar dan konsep-konsep berharga untuk menolong para murid lebih fokus. Terutama istilah SKS yang kedua, yaitu: “Sasaran Keinsafan Siswa” yang juga berarti “mengajar siswa” dan bukan sekadar menyampaikan pelajaran. Dengan menerapkan konsep-konsep ini akan membuat dia tetap bersemangat meskipun harus mengajarkan pelajaran yang sulit dan terkadang membosankan sekalipun.

    Sesudah ketiga kelas selesai kemudian semua bergabung kembali untuk kelas tanya jawab yang seru dan diselingi canda dan tawa.