Lewati navigasi utama

Apakah Kontribusi Saya Bagi Sejarah Gereja?

Apakah Kontribusi Saya Bagi Sejarah Gereja?

“Membuat catatan bukanlah budaya barat, tetapi ajaran Gereja,” tutur Sister Andersen, pada saat dia memberikan pelatihan kepada para sejarawan dari sejumlah negara: Taiwan, Hong Kong, Kamboja, Singapura, India, Thailand, Nepal, Mongolia, dan Indonesia, pada tanggal 14-15 Maret di Hong Kong. “Kitab Mormon adalah arsip,” ujar Elder Wong dari Area Asia, yang hadir untuk memberikan dukungan kepada para sejarawan agar dapat melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Apakah Sejarah Gereja Sama dengan Sejarah Keluarga?

Itu adalah dua hal yang sangat berbeda. “Istri saya mendapat panggilan untuk mengurus orang mati (sejarah keluarga). Sedangkan panggilan saya untuk mengurus orang yang masih hidup (sejarah gereja),” ujar brother Raymond Pun sejarawan dari Singapura yang juga mengikuti pelatihan itu. Brother Pun memang benar. Karena salah satu tugas sejarawan Gereja ialah mewawancarai  para pionir dan pemimpin Gereja yang masih hidup agar dapat mengumpulkan informasi-informasi yang berguna bagi sejarah Gereja. Tugas-tugas lainnya ialah mengumpulkan Sejarah Tahunan Gereja dari para juru tulis pasak dan distrik untuk dikirimkan ke Hong Kong dan selanjutnya dikirimkan ke Departemen Sejarah Gereja di Salt Lake City.  

Arsip-Arsip Sejarah Gereja

Tugas lainnya lagi bagi sejarawan Gereja ialah mengumpulkan dan menyimpan arsip-arsip yang berhubungan dengan sejarah Gereja di negara masing-masing. Informasi ini disediakan untuk para pencari informasi tentang sejarah Gereja dan akan terpampang di internet untuk selamanya. Sejauh ini arsip-arsip yang telah dikumpulkan oleh Sister Sri Anon, selaku sejarawan untuk Indonesia, antara lain adalah: buku tentang sejarah Gereja di Indonesia yang ditulis oleh seorang anggota Gereja cabang berbahasa Inggris (dahulu); catatan tentang pendedikasian bumi Indonesia untuk pekerjaan misi oleh Elder Ezra Taft Benson; sumbangan karya-karya dari Sister Aischa Tandiman (diantaranya Media Pratama, Buletin Mini Wanita, Koran Mini Misi); sumbangan dari Brother Agus Kusumarmanto berupa bundel dari acara malam keluarga dalam keluarganya; dari Sister Linda Subiantoro berupa foto-foto kegiatan Gereja di Jl. Dr. Saharjo tahun 1970an; dari Brother Martoyo, foto-foto peresmian gedung gereja di Jl. Dr. Supomo, Solo, tahun 1986. Yang luar biasa ialah buku sejarah Keraton Mangkunegaran berbahasa Belanda yang ditemukan oleh Brother Hendra Purnawan di suatu tempat di gedung Gereja Lingkungan ke-1 Jakarta. Yang masih ditunggu ialah sumbangan dari almarhumah Ibu Subowo dari Lingkungan ke-2 Solo berupa karya-karya Ibu Subowo yang fenomenal, yaitu catatan tentang acara-acara di Gereja yang beliau hadiri sejak beliau dibaptis sampai akhir hayatnya. Ini merupakan satu-satunya sumber informasi paling lengkap tentang sejarah Gereja di Solo khususnya dan di Pasak Surakarta umumnya.

Undangan untuk Memberikan Kontribusi

Siapapun Anda, di manapun Anda berada, Anda dapat memberikan kontribusi kepada sejarah Gereja di Indonesia. Caranya ialah dengan membuat tulisan acara-acara penting di lingkungan dan cabang Anda masing-masing dan menyerahkannya kepada juru tulis di lingkungan atau cabang masing-masing untuk sejarah tahunan. Atau jika Anda menemukan atau menyimpan arsip-arsip yang penting dan ingin Anda sumbangkan, Anda dapat menghubungi Sister Sri Anon melalui email: srianon99@gmail.com atau menghubungi melalui hp: 08128967316 atau 081383595912.

Kontribusi Anda akan berguna bagi anak cucu kita, dari generasi ke generasi, seperti Kitab Mormon. Kita tidak tahu kegunaannya sekarang, tetapi Tuhan tahu, karena ini adalah rencana-Nya.