Bakti Sosial Misi Kesejahteraan Gereja

    Bakti Sosial Misi Kesejahteraan Gereja

    Sebelum Elder dan Sister Lucherini, misionaris pasutri dari Misi Kesejahteraan Gereja menyelesaikan misi mereka di Indonesia dan kembali ke kampung halamannya, saya sempat mengikuti kegiatan mereka. Satu hari bersama mereka  telah membuat saya tersadar, bahwa di luar sana banyak orang yang membutuhkan uluran tangan Tuhan. Sebaliknya, banyak pula orang-orang yang berhati mulia yang menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk memperhatikan mereka, mengurusi mereka, dan menolong mereka. Elder dan Sister Lucherini dalam hal ini telah menjadi salah satu bagian dari tangan Tuhan untuk menyampaikan bantuan dari Gereja kita.

    Pertama kami mengunjungi Yayasan Peduli Tuna Daksa atau Yayasan Sadhu Vaswani. Di sana Elder dan Sister Lucherini berpamitan dengan pengurus yaitu Bapak Said dan ketua Yayasan, Ibu Duri. Selama ini mereka telah menjalin hubungan yang baik untuk bekerja sama menyediakan kaki palsu bagi orang-orang yang membutuhkan. Selain mengurusi penderita tuna daksa, yayasan tersebut juga menyediakan pendidikan gratis untuk anak-anak balita dari orang yang kurang mampu. 

    Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Jakarta Utara, ke sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu yaitu SD Tanah Merah.  Bekerja sama dengan Yayasan Rumah Pengharapan Indonesia (YRPI) yang mengelola sekolah tersebut, sejak bulan Juni 2014, Elder dan Sister Lucherini yang mewakili Gereja kita telah bekerja sama untuk membuat lapangan futsal dan arena bermain lainnya bagi anak-anak sekolah yang berjumlah 228 anak ini. Tempat yang semula menjadi tempat pembuangan sampah dan sering kebanjiran telah disulap menjadi arena bermain yang bersih, rapi, dan menyenangkan bagi anak-anak.

    Selama 18 bulan di Indonesia Elder dan Sister Lucherini telah bekerja untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kursi roda, menyediakan kacamata untuk anak-anak yang membutuhkan, memberikan bantuan kepada  orang-orang yang bermasalah dengan matanya, menyediakan kaki palsu, menyediakan makanan dan pakaian untuk korban banjir, gunung meletus, bencana alam, dan lain-lain.