Berbagi Kasih Untuk Korban Kelud

    Berbagi Kasih Untuk Korban Kelud

    “Uluran Tangan Mormon” Distrik Surabaya menyalurkan bantuan untuk para korban bencana letusan Gunung Kelud di Ngantang, Batu pada Sabtu, 22 Februari 2014. Paket bantuan yang akan di salurkan kepada korban bencana letusan Gunung Kelud telah dipersiapkan para anggota cabang Malang sehari sebelumnya. Bersama 8 anggota Gereja dari Surabaya, 15 anggota cabang Malang berangkat pukul 09.00 WIB menuju  Posko Gudang Bantuan untuk menyerahkan bantuan. Dua truk bantuan berisi 1000 perangkat kesehatan, air bersih dan makanan dari Malang disalurkan langsung kepada korban bencana. Salah seorang anggota Gereja, Ibu Diah, yang juga ikut membantu menyalurkan bantuan tersebut menuturkan, “Sangat menyenangkan ketika bisa ikut, melihat, juga membantu para korban dan ikut merasakan kesedihan mereka.”

    Pada pukul 10.30 WIB para anggota tiba di lokasi bencana dan diarahkan oleh para anggota TNI untuk menuju ke daerah yang lebih tinggi karena korban di sana sangat membutuhkan bantuan. Gerimis yang mengguyur lokasi tidak mengurungkan niat para anggota untuk terus maju. Di daerah sekitar tampak rumah-rumah penduduk yang rusak akibat material vulkanik seperti kerikil dan pasir yang menghujani perkampungan-perkampungan di Kota Batu. Tidak ada satupun toko bahan makanan yang buka bahkan persediaan air bersih tidak ada sama sekali. Air dari PDAM juga tak tersalurkan dengan lancar dan sumur-sumur para warga menjadi kotor dan berbau belerang bahkan aliran listrik juga terputus.

    Sampai di posko bantuan, terlihat petugas kesehatan yang memeriksa para penduduk setempat. Para anggota dan misionaris dibantu para sukarelawan menurunkan barang-barang bantuan dari truk. Brother Momon tidak henti-hentinya menyanyikan lagu Dunia Memerlukan Orang Yang Mau Bekerja yang diikuti para misionaris. Para anggota dan misionaris sangat antusias dan senang membantu para penduduk desa.

    Dunia Memerlukan Orang Yang Mau Bekerja

    Serah terima bantuan segera dilakukan okleh Presiden Distrik Surabaya, Presiden Dwi Narko. Setelah itu, bantuan segera dibagikan kepada penduduk desa dan mereka tampak sangat senang. Salah seorang warga desa mengucapkan terima kasih, “Terima kasih banyak, bantuan ini sangat berguna bagi saya dan keluarga terutama air bersih”, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

    Para pemimpin Gereja dari tiga Cabang di Jawa Timur berbincang dengan pemimpin desa setempat dan para sukarelawan di sana. Mereka sudah menunggu berhari-hari untuk bantuan tetapi tidak banyak bantuan yang datang. “Semoga bantuan ini cukup untuk para warga desa”, ungkap salah satu sukarelawan. “Mereka menunggu lama dan mungkin ada beberapa desa yang belum bisa terjangkau, semoga bantuan lain bisa segera diberikan sehingga para warga yang terkena bencana bisa terbantu”, tambahnya.

    Satu lagi tindakan yang merupakan bentuk kasih bagi mereka yang membutuhkan, membawa sukacita bagi orang lain. Sebagai anggota Gereja, mereka yang ikut serta dalam penyaluran bantuan ini belajar bagaimana Tangan Tuhan tidak pernah berhenti bekerja untuk umat manusia, bencana alam terjadi dimana-mana, “sebagai anggota gereja kita seharusnya bersyukur karena kita diperingatkan untuk mempersiapkan perbekalan 72 jam menghadapi bencana melalui Nabi yang hidup”, ungkap Sister Mistri.

    Semoga korban bencana merasakan kasih Bapa Surgawi melalui para anggota gereja dan para anggota juga selalu mendengarkan arahan para pemimpin serta mengikuti bimbingan Roh Kudus untuk selalu mematuhi perkataan Tuhan. Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang tetapi ketika kita mempersiapkan diri untuk menghadapi semuanya, Bapa Surgawi yang akan membimbing dan menuntun kita ke tempat yang aman.