Lewati navigasi utama

Berkat-Berkat dari Mengunjungi Bait Suci 

perjalanan ke bait suci
Keluarga Saptono
Eko Saptono, Lingkungan Banjarsari “Berangkat dengan segala keterbatasan finansial kami merasa sangat diberkati untuk bisa datang ke Bait Suci Manila. Kami bisa dimeteraikan dan menolong leluhur kami untuk dibaptiskan. Tidak ada tempat yang lebih damai dari bait suci yang kudus.”
adhika
Adhika Kusuma, Lingkungan ke-2 Tangerang “Bait suci memungkinkan saya untuk bisa menerima berkat-berkat tertinggi yang dijanjikan Allah termasuk untuk bisa bersama keluarga saya bukan hanya di dunia ini tetapi juga untuk kekekalan.”
Sianipar
Didit Dwinanto Sianipar, Cabang Surabaya 2 “Senang sekali dapat berkunjung ke bait suci dan melaksanakan tata cara kudus, kami percaya bahwa keluarga kami dapat menjadi kekal sepanjang kami mematuhi perintah Bapa Surgawi.”
keluarga teguh
Teguh Widodo, Lingkungan Semarang “Berkat tata cara dari bait suci benar-benar kami dapatkan saat kami merenung dan menyadarinya bisa merenovasi dapur dan ruang produksi susu kedelai dengan lebih layak yang tadinya hanya menjadi khayalan belaka bagi kami.”
Prasetyo
Handoko Prasetyo, Cabang Malang “Di sana saya belajar tentang tujuan hidup dan cara mendekatkan diri kepada Bapa Surgawi. Saya melakukan pemeteraian dengan istri saya, Sister Ezra. Melalui pemeteraian saya percaya bahwa kami kelak bisa berkumpul lagi setelah meninggal. Yang membuat kami lebih bahagia, tidak hanya kami berdua, tetapi kami memiliki harapan untuk berkumpul dengan leluhur dan anak cucu kami. Saya tahu bait suci adalah benteng dalam kehidupan saya, yang melindungi saya dari godaan dunia.”
Chen
Pitrus Chen, Cabang Magelang “Setelah pulang dari bait suci kami merasa kesaksian kami tentang Gereja ini semakin kuat, dan kami bisa menyelesaikan masalah keluarga dan kehidupan dengan mengandalkan Allah Bapa.”
yudi
Yudi Pristiawan, Cabang Malang “Kami bersyukur dapat melakukan tata cara bait suci. Kami tahu bahwa tata cara bait suci adalah tata cara kudus. keluaga kami dimeteraikan bersama dan menjadi keluarga kekal selamanya.”
Agustina
Tri Agustina, Lingkungan Yogyakarta “Puji Tuhan saya sangat bersyukur dan bahagia karena akhirnya bisa di meteraikan bersama keluarga di Bait Suci Hong Kong pada tanggal 24 Juli 2018. Saya merasa seperti telah dilahirkan kembali.”
Christin
Christin Prayitno, Cabang Surabaya 2 “Penantian luar biasa bagi kami setelah menunggu selama 8 tahun untuk siap pergi ke bait suci terbayar lunas dengan perasaan luar biasa yang kami terima saat kami berada di dalam bait suci. Satu per satu mukjizat dan berkat-berkat baik secara jasmani maupun rohani kami terima sepulang dari bait suci yang membuat kami merasa lebih dekat dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.”
Meysusanto
Hernawan Meysusanto, Cabang Malang “Ini saat kami sekeluarga selesai di meteraikan di Bait Suci Hong Kong. Kami masih merasakan berkat yg luar biasa dan kasih dari Bapa Surgawi bagi keluarga kami. Salah satu berkat itu adalah anggota keluarga kecil kami akan bertambah satu lagi.”
Natalie
Larissa Natalie, Lingkungan ke-1 Tangerang “Kami dimeteraikan dan merasakan kebahagiaan dan kedamaian, kami percaya bahwa kami dapat hidup kekal sebagai keluarga untuk kekal selamanya, dan Allah telah banyak memberkati sepanjang kehidupan kami. Allah menyertai kami di segala situasi kami, namun tentunya kehidupan kami masih panjang dan akan banyak tantangan, kami percaya bahwa melalui kepatuhan dan kesetiaan kami kepada Allah maka hidup kami akan diberkati.'
Budi Susanto

“Tata cara di Bait Suci adalah tata cara yang paling sakral dan merupakan ibadah tertinggi bagi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Saya mengamati mereka yang telah melakukan tata cara kudus ini lebih diberkati karena hubungan mereka dengan Bapa Surgawi lebih dekat. Melalui kepatuhan dan kesetiaan terhadap perjanjian yg telah mereka buat di Bait Suci akan mendatangkan kehidupan kekal bersama orang-orang yang kita kasihi kelak. Oleh karenanya saya tak henti-hentinya mendorong semua anggota untuk pergi ke  Bait Suci, kesempatan untuk melakukan tata cara kudus ini. Semoga Bapa kita di Surga senantiasa mendengar dan memberkati doa dan usaha kita untuk mencapainya.” (Budi Susanto, Presiden Pasak Surakarta)