Lewati navigasi utama

Berkat-Berkat dari Pergi ke Rumah TuhanBerkat-Berkat dari Pergi ke Rumah Tuhan

Oleh Penatua Hoi Seng Leonard Woo

Penatua Woo

Salah satu ajaran yang paling indah dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir adalah keluarga dapat bersama selamanya.  Memadukan hal ini dengan janji-janji Elia “memalingkan hati leluhur kepada anak-anak, dan hati anak-anak kepada leluhur”1 menjadikan bait suci atau Rumah Tuhan sedemikian penting dan berharga bagi semua Orang Suci Zaman Akhir.

Berkat pertama dari pergi ke rumah Tuhan adalah menerima pemberkahan dan tata cara pemeteraian yang esensial bagi keselamatan orang itu sendiri. Ini merupakan masalah prioritas tertinggi. Ini sedemikian pentingnya sehingga Gereja membentuk dana bantuan patron bait suci untuk membantu para anggota yang setia yang memerlukan bantuan dana untuk pergi ke bait suci dan menerima tata cara-tata cara bagi mereka sendiri dan untuk dimeteraikan kepada keluarga mereka.

Para anggota yang layak dapat menerima berkat-berkat lainnya sewaktu mereka pergi ke Rumah Tuhan. Berkat-berkat ini mencakup:

  1. Pemahaman yang lebih dalam akan rencana keselamatan, terutama asas-asas dan ajaran mengenai Penciptaan bumi dan Kejatuhan Adam. Dalam tata cara pemberkahan, seorang anggota juga diberkahi dengan terang dan pengetahuan yang lebih besar yang memungkinkan orang tersebut untuk melihat lebih jelas upaya Setan dalam menghambat jalan kita untuk kembali kepada Bapa Surgawi kita. Presiden Howard W. Hunter telah mengajarkan,”Bait suci adalah tempat petunjuk di mana kebenaran yang lebih mendalam mengenai Kerajaan Allah diungkapkan.”2
  1. Kita hidup di dunia yang bising, bergejolak, dan kacau di mana Setan memiliki pengaruh dan kekuasaan yang besar. Selain rumah kita dan Gereja, bait suci merupakan tempat terbaik bagi para anggota Gereja yang setia untuk mengasingkan diri mereka dari dunia. Suasana yang tenang, damai dan khusyuk di bait suci sangatlah ideal bagi para anggota untuk merenungkan mengenai persoalan-persoalan pribadi dan menerima wahyu pribadi.
  1. Bagi para anggota yang dibebani oleh tekanan hidup atau sedang mengalami tantangan pribadi, pergi ke Rumah Tuhan dapat menyediakan kesempatan istirahat atau penghiburan yang dibutuhkan. Ini memperkenankan mereka untuk mendapatkan perspektif yang lebih jelas tentang pencobaan mereka atau menemukan kembali perspektif kehidupan mereka. Sebagian besar tantangan dalam kehidupan dapat diatasi dengan lebih baik jika kita melihat dari perspektif jangka panjang, bahkan pesrpektif kekal. Hampir semua ajaran, perjanjian dan tata cara yang dilakukan di bait suci mengarah pada kekekalan.
  1. Para remaja zaman sekarang menghadapi tantangan dan godaan yang lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Keterlibatan aktif dalam pembaptisan perwakilan bagi leluhur mereka yang telah meninggal merupakan cara yang kuat untuk melindungi para remaja kita. Bahkan berkat-berkat yang lebih besar akan mengalir kepada para remaja kita jika mereka memadukan tata cara pembaptisan perwakilan dengan upaya pribadi mereka dalam pekerjaan sejarah keluarga. Sewaktu para remaja melakukan tata cara-tata cara bait suci bersama-sama, itu juga akan saling menguatkan ikatan mereka.
  1. Daftar nama doa bait suci adalah kesempatan istimewa yang diberikan bagi para anggota yang menghadiri bait suci. Para anggota dapat meminta iman dan doa bersama dari mereka yang menghadiri bait suci untuk membantu keluarga atau teman mereka yang memerlukan berkat-berkat khusus.
  1. Berkat besar lainnya terjadi ketika para anggota lingkungan menghadiri bait suci bersama. Mereka akan kembali ke lingkungan mereka dengan persatuan dan kasih yang lebih besar bagi satu sama lain. Para anggota hendaknya berupaya untuk berpatisipasi dalam kunjungan bait suci lingkungan atau kegiatan malam bait suci lingkungan.

Presiden Russell M. Nelson, setelah ditetapkan sebagai Presiden ke-17 Gereja pada 14 Januari 2018, menyampaikan pernyataan berikut saat siaran langsung dari paviliun Bait Suci Salt Lake. Dia berkata, “Sebagai Presidensi yang baru, kami ingin mulai dengan sebuah tujuan akhir di dalam benak. Untuk alasan ini, kami berbicara kepada Anda hari ini dari sebuah bait suci. Tujuan akhir bagi kita masing-masing adalah berusaha untuk diberkahi dengan kuasa di rumah Tuhan, dimeteraikan sebagai keluarga, setia pada perjanjian-perjanjian yang dibuat di bait suci yang membuat kita memenuhi syarat bagi karunia terbesar dari Allah —yaitu kehidupan kekal. Tata cara-tata cara bait suci dan perjanjian-perjanjian yang Anda buat di sana merupakan kunci untuk memperkuat kehidupan Anda, pernikahan dan keluarga Anda, dan kemampuan Anda untuk melawan serangan si musuh. Peribadatan Anda di bait suci dan pelayanan Anda di sana bagi leluhur Anda akan memberkati Anda dengan wahyu pribadi dan kedamaian yang meningkat dan akan memperkuat komitmen Anda untuk tetap berada di jalan perjanjian.”3

Siapa pun yang menghadiri bait suci akan meninggalkan tempat itu dengan hasrat yang lebih besar untuk melakukan kebaikan, menjadi orangtua yang lebih baik, menjadi individu yang lebih penuh kasih dan lebih memaafkan serta memiliki hasrat yang lebih besar untuk menolak godaan dunia. Kita akan selalu menjadi orang yang lebih baik setelah menghadiri bait suci. ■

______________________________________

CATATAN:

1. Ajaran dan Perjanjian 27:9

2. Presiden Howard W. Hunter, “The Great Symbol of Our Membership,” Ensign, Oktober 1994

3. Presiden Russell M. Nelson, “As We Go Forward Together,” Ensign, April 2018