Lewati navigasi utama

Ketika Peningkatan Kecil Membuat Perbedaan Besar

Ketika Peningkatan Kecil Membuat Perbedaan Besar

Kapankah peningkatan kinerja sebesar 1% dapat diterima? Itu adalah ketika jumlah bayi yang baru lahir di Indonesia yang hidupnya diselamatkan oleh perawatan pernapasan yang tepat, maka 1% itu adalah sesuatu yang patut dirayakan.

Empat setengah juta bayi lahir di Indonesia setiap tahunnya. Saat ini sekitar 3,8% atau 170.000 bayi meninggal setelah dilahirkan karena masalah pernapasan. Dengan pelatihan dan peralatan yang tepat, jumlah itu dapat dikurangi menjadi 2% dan 80.000 bayi dapat diselamatkan per tahun. Banyak kelahiran di Indonesia terjadi di luar rumah sakit bahkan di daerah terpencil dengan bantuan bidan. Pada tanggal 21 Oktober 2013, Perinasia bekerjasama dengan para dokter dan perawat dari Latter-Day Saint Charities (LDSC), badan kemanusiaan dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, melatih 20 dokter setempat di Bandung mengenai Helping Babies Breathe (Membantu Bayi Bernapas), suatu kursus resusitasi bayi yang baru lahir. Kemudian untuk dua hari berikutnya, para dokter setempat dan tim profesional LDSC melatih para bidan di program yang sama. Program ini diselenggarakan oleh Elder dan Sister Lucherini, Misionaris Kemanusiaan untuk Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Sesi lain menyusul di Hotel Newton di mana lebih dari 60 bidan menerima pelatihan berharga ini selama 4 hari. Tujuan selama 6 bulan ke depan adalah untuk melatih 600 bidan di wilayah Bandung tentang cara menggunakan Helping Babies Breathe jika diperlukan selama proses kelahiran. Ini adalah kelompok pertama di Indonesia yang menerima pelatihan tersebut.

Proses ini berpusat di sekitar “Golden Minute”, saat kritis di mana tindakan penting diperlukan untuk menyelamatkan nyawa bayi atau mencegah kerusakan permanen karena kekurangan oksigen. Selama pelatihan dua hari ini, para bidan belajar prosedur untuk menangani sebagian kecil (sekitar 10%) bayi yang baru lahir dengan masalah pernapasan. Setiap bidan diberikan peralatan yang terdiri dari simulator bayi yang baru lahir dengan tali pusar (yang diberi nama panggilan Neo Natalie), sebuah ventilator, sebuah bola remas (yang diberi nama panggilan the Penguin) untuk membuka saluran udara, dan sebuah stetoskop.

Waktu dikhususkan dalam beberapa sesi latihan dengan menggunakan peralatan tersebut hingga para bidan merasa nyaman dengan prosedurnya. Tes akhir juga diadakan dan sertifikat diberikan pada akhir kursus.

Bd. Eva Riantini, Kepala Kesehatan Kabupaten, dan Dr. Waristari, direktur yang bertanggung jawab dari Perinasia merasa senang dengan hasilnya. Kami sangat menantikan keberhasilan nyata dengan program Helping Babies Breathe (Membantu Bayi Bernapas) dan agar para dokter dari LDSC, Dr. Michael Visick, istrinya Liz, Dr. Dennis Hughes, dan perawat Carolyn Leifter akan kembali untuk bekerjasama dengan Perinasia untuk mengadakan kursus ini ke banyak rumah sakit dan bidan di wilayah lainnya di Indonesia.

Semua peserta, termasuk para dokter pelatih dari Perinasia dan LDSC, serta para relawan Orang-Orang Suci Zaman Akhir.