Lewati navigasi utama

Konferensi Lajang Multi Pasak

Konferensi Lajang Multi Pasak

Kegiatan Konferensi Lajang Multi Pasak (KLMP) yang diadakan di Kaliurang, Yogyakarta, Indonesia memilih tema “Saya mengimbau kepada Anda para remaja di Sion  dimanapun Anda berada, untuk menjaga diri Anda tetap bersih dan murni agar Anda akan berkesempatan pergi ke rumah Tuhan dan bersama pasangan pilihan Anda, menikmati semua berkat besar ini yang ditawarkan Tuhan kepada Anda.” (dikutip dari ceramah Presiden Joseph Fielding Smith). Kegiatan ini bertujuan  mempersiapkan para dewasa lajang di Indonesia untuk memasuki tempat kudus, yaitu bait suci, dengan menjaga diri agar tetap murni dan layak untuk bersama-sama dengan pasangan mereka membuat perjanjian yang baru, kudus, dan sakral untuk mencapai kekekalan. Presiden Waluyo Budi Utomo, penasihat pertama dari presidensi Pasak Surakarta, dalam ceramahnya mengingatkan betapa pentingnya para lajang yang hadir ini, karena mereka adalah generasi penerus dan ujung tombak dalam Gereja ini.

Konferensi ini diisi dengan berbagai macam kegiatan. Diantaranya adalah Prom Night dan permainan Game of Life.  Permainan Game of Life ini diarahkan oleh Elder dan Sister Jeffrey (Misionaris pasutri di magelang). Mereka yakin bahwa permainan ini akan membantu para peserta KLMP membuat keputusan dan memiliki gambaran akan masa depan mereka. Permainan ini dimainkan secara berpasangan dan menggambarkan tentang pilihan hidup. Para peserta mengakui sangat menikmati permainan ini, di mana mereka dapat mempelajari asas-asas kepatuhan, kejujuran, kesabaran, dan kerja keras untuk berhasil di dalam perjalanan hidup mereka.

Prom Night Game of L ife Game of Life

KLMP ini membantu para peserta untuk saling mengenal, belajar untuk mengasihi Allah dan menjadi seperti Yesus Kristus. Pesan terakhir dari para pemimpin sebelum menutup konferensi ini adalah agar para lajang memilih pasangan yang tepat dan membawanya ke bait suci untuk membuat perjanjian kudus. Bapa Surgawi menginginkan kita bersukacita dan Dia mengirim kita ke bumi bukan untuk gagal melainkan untuk berhasil.