Lewati navigasi utama

Kunjungan GKJ Pamulang

Kunjungan GKJ Pamulang

Hangat dan bersahabat, itulah suasana yang dirasakan pada waktu Gereja menerima kunjungan para jemaat dari GKJ (Gereja Kristen Jawa) Pamulang. Sekitar 25 orang berkunjung ke gedung Gereja Jl. Dr. Saharjo 317B untuk mengenal lebih dekat Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Rombongan GKJ diketuai oleh Bapak Joshua Harahap.  Kunjungan  diterima oleh Presiden Pasak, Presiden Djarot Subiantoro, Brother Jimmy Mongan dan Brother Paul Simanungkalit, sebagai humas Gereja kita.

Acara perkenalan dimulai oleh Brother Jimmy Mongan dengan memutar video yang berdurasi 12 menit yang menggambarkan kehidupan orang-orang Mormon. Dilanjutkan dengan tanya jawab. Beberapa pertanyaan diajukan oleh para Jemaat GKJ, diantaranya ialah bagaimana cara Gereja kita membiayai kegiatan-kegiatan yang begitu banyak dan bagaimana cara mengarahkan remaja untuk dapat melayani sebagai misionaris. Presiden Djarot menjawab bahwa semua pelayanan di Gereja OSZA tidak ada yang digaji, dan mereka juga diberi hak pilihan bebas, tanpa pemaksaan. Brother Jimmy dan Brother Paul membagikan pengalaman mereka ketika mereka melayani misi, dan bagaimana cara mereka kemudian mengarahkan dan mempersiapkan putra-putri mereka pergi misi. Melalui program-program Gereja, diantaranya pelajaran di kelas-kelas hari Minggu, program seminari, malam keluarga, membaca tulisan-tulisan suci keluarga, doa keluarga, dll, mereka mempersiapkan putra-putri mereka sejak dini. Juga mengajari mereka untuk menabung sejak kecil untuk biaya melayani.

Pertanyaan-pertanyaan lain lagi ialah tentang apakah Kitab Mormon dipakai bersama-sama Alkitab; mengapa di gedung Gereja tidak ada tanda salib; pembaptisan orang yang sudah meninggal; mengapa ada Nabi dan 12 Rasul yang hidup saat ini. Semua pertanyaan dijawab dengan baik, ramah dan jelas. Untuk dapat lebih memahami tentang Gereja kita, Presiden Djarot juga mengundang mereka untuk menghadiri pertemuan-pertemuan di hari Minggu dan membuka situs Gereja di lds.org atau lds.or.id yang berbahasa Indonesia.

Pertemuan dilanjutkan dengan ramah tamah dan pameran buku-buku Gereja, diantaranya buku-buku pegangan untuk mengajar, majalah Liahona, buku nyanyian bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dan Buku Nyanyian Anak-Anak, serta tentu saja Kitab Mormon. Pertemuan kemudian diakhiri dengan makan siang bersama.