Lewati navigasi utama

Pemuda-Pemudi untuk Perdamaian

Pemuda-Pemudi untuk Perdamaian

Sebuah pertemuan kaum muda lintas agama diadakan bulan September lalu. Lebih dari 150 pemuda-pemudi mewakili Muslim dan Kristen berkumpul menghadiri pertemuan ini. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir menjadi tuan rumah acara yang berlokasi di gedung pertemuan Jalan Upa Jiwa ini.

Iman Purba, selaku penyelenggara acara, menjelaskan bahwa mereka berkumpul untuk memperingati komitmen bersama untuk memelihara perdamaian di antara umat manusia. Kaum muda ini membagikan pandangan mereka mengenai menciptakan perdamaian. Mereka juga mengungkapkan dukungan mereka akan toleransi antar manusia dengan kepercayaan, cara berpikir, dan cara hidup yang berbeda.

Para pemimpin dari 12 organisasi Muslim dan Kristen ini memberikan presentasi. Seorang perwakilan mengungkapkan opininya bahwa orang yang membiarkan orang lain ditahan karena kepercayaannya, tidaklah sepenuhnya menjalani agamanya. Perwakilan lainnya mengamati bahwa setiap orang menginginkan kedamaian dan mengimbau peserta untuk mencari kebaikan agar dapat menemukan kedamaian. Seorang pembicara menyatakan bahwa terlepas dari perbedaan kita, kita masih memiliki banyak persamaan. Dia mengimbau setiap orang untuk pertama berdamai dengan dirinya sendiri dan kemudian membantu orang lain menemukan kedamaian.

Brother Jemmy Mongan, mewakili tuan rumah, mengingatkan peserta bahwa kedamaian dimulai di rumah, dengan setiap individu dalam keluarga. Dia menekankan bahwa keluarga menyediakan kunci untuk perdamaian masa depan di seluruh dunia.

Setelah itu pemuda dan pemudi ini membagikan bakat musik dan teater mereka. Penyelenggara menyajikan drama komedi yang menggambarkan keburukan dari rasa benci dan intoleransi. Kemudian semua yang ingin berperan serta diundang untuk menandatangani pernyataan tekad untuk bertindak menciptakan perdamaian di antara umat manusia.

Para peserta dengan antusias mengikuti semua program. Tentu saja, acara ini menciptakan landasan perdamaian yang lebih besar di antara para peserta. Harapan besar mereka adalah bahwa acara semacam ini dilanjutkan di masa depan guna menciptakan hubungan yang lebih damai di dalam masyarakat dan bangsa.