Lewati navigasi utama

Pengusaha Sukses Yang Inovatif

Pengusaha Sukses Yang Inovatif

Intuisi bisnisnya yang tajam, matanya yang jeli dalam membaca peluang, kepiawaiannya dalam teknologi digital, ketekunan dan semangat belajarnya yang tak kunjung padam telah menghasilkan bisnis-bisnis luar biasa. Apa saja itu? Rumah Produksi Gravity Films di Jakarta; peternakan ayam Banyu Mili di Muntilan, Jawa Tengah; serta bisnis yang sedang berkembang Rumah Hidroponik. Berbagai macam penghargaan pun telah diraihnya: Citra Pariwara Production of the Year (2008); surat penghargaan dari Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk Humanitarian Video (video kemanusiaan) berjudul “Ibu Tukirah” (2008); Young Woman Innovator in Economic Development (Inovator Wanita Muda dalam Pengembangan Ekonomi, 2013). Siapa dia? Dialah Sister Bertha Suranto, anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, Lingkungan ke-2 Bekasi, Pasak Jakarta.

Melalui bisnis Rumah Hidroponiklah belum lama ini Sister Bertha memenangi Indonesia Womanpreneur Competition (Kompetisi Wanita Pengusaha Indonesia) dan berhasil keluar menjadi juara pertama. Sister Bertha memenangi kompetisi karena dia memiliki nilai plus, yaitu menyediakan starter kit (paket pemula) untuk bertani hidroponik. Karena prestasinya tersebut kemudian dia diundang untuk mengikuti 3rd APEC Women and the Economy Forum (Forum Wanita dan Ekonomi untuk negara-negara anggota APEC) mendampingi Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, pada tanggal 6 September 2013 yang lalu di Bali. Dampak dari semua itu, sampai sekarang jadwal undangan untuk mengajar di seminar-seminar semakin padat. Sementara pesanan starter kit yang dipasarkan melalui dunia maya mengalir dari segala penjuru tanah air. Bagi yang masih awam tentang hidroponik, ini adalah teknik bercocok tanam dengan media air, tanpa membutuhkan lahan yang luas. Sister Bertha juga membuat sebuah situs web http://rumahhydroponic.blogspot.com bagi mereka yang berminat untuk belajar mengenai hidroponik.

Apa rahasia kesuksesannya? Doa yang terus-menerus. Bahkan dalam menyemai benih untuk tanaman hidroponiknyapun Sister Bertha selalu berdoa agar dapat tumbuh dengan baik. Bisnis peternakan dan hidroponik ini diawali dari menekuni hobinya. Karena itu nasihat Sister Bertha jangan meremehkan hobi. Tekuni dengan sungguh-sungguh, dan mukjizat akan terjadi. Mimpi berikutnya? Diantaranya, membuat wisata edukasi Hydroponic Greenhouse di Muntilan, membuat film animasi tentang hidroponik untuk menolong anak-anak agar tumbuh minatnya di bidang pertanian modern.

Di balik seorang pria yang hebat selalu ada wanita yang hebat. Itu ungkapan yang sering kita dengar. Tetapi yang ini sebaliknya. Dibalik seorang wanita yang hebat ada seorang pria yang hebat, yaitu sang suami, Brother Hendro Suranto. Berbagai macam panggilan di Gereja sudah dilayaninya, termasuk Penasihat Misi pada saat kepemimpinan Presiden George H. Groberg dan sekarang sebagai salah seorang Humas Gereja. Brother Hendro Suranto juga seorang pebisnis dalam bidang musik. Sekolah musik, menyewakan studio dan peralatan musik, dll. Bukan hanya di bidang bisnis mereka berhasil. Dalam mendidik anak pun mereka berhasil membuahkan anak-anak yang berprestasi di sekolah. Setiap kenaikan kelas mereka selalu mendapatkan ranking yang tinggi.

Disamping hobi beternak, bertani hidroponik, dan travelling bersama keluarga, ada hobi lain Sister Bertha yang unik, yaitu menjadi relawan untuk menolong korban bencana alam di seluruh penjuru tanah air, diantaranya: Aceh, Bengkulu, Padang, Yogya. Bahkan ide untuk mendirikan peternakan Banyu Mili timbul ketika mengantarkan bantuan untuk korban letusan gunung Merapi tahun 2010. Idenya timbul ketika hatinya tersentuh melihat para korban yang kehilangan mata pencaharian ketika tanaman mereka rusak akibat letusan gunung Merapi. Untuk sementara mereka tertolong dengan membangun rumah peternakan Banyu Mili.