Lewati navigasi utama

Perjalanan ke Bait Suci Pasak Surakarta

Perjalanan ke Bait Suci Pasak Surakarta

Kita tahu Bait Suci merupakan salah satu bukti kasih Allah bagi kita. Dan bagi kami rombongan dari pasak Surakarta, hal itu benar-benar kami rasakan ketika Dia mengizinkan dan memberikan kami kesempatan untuk mengunjungi Bait Suci di Manila Filipina pada bulan September 2014. Meskipun ada tantangan-tantangan dalam kehidupan kami masing-masing ketika kami berencana untuk pergi ke Bait Suci tetapi Dia mencurahkan kasih-Nya bagi kami sehingga kami dapat melaksanakan tata cara-tata cara kudus di Bait Suci. Dia menolong kami dengan sangat dalam keterbatasan kami. Rombongan kami berjumlah 39 orang, yang terdiri dari keluarga Sarwono, keluarga Wawan Setyawan, keluarga Sutarno, keluarga Sugiarto, keluarga Ngatimin, keluarga Slamet Widodo, keluarga Abu Yamin, keluarga Eko Supriyanto, keluarga Muhari, keluarga Sudi Raharjo, sister Sunarti, sister Muji, sister Endri dan sister Titik Surawan, serta brother Choki Simanungkalit sebagai pemimpin rombongan.

Kami berangkat dari Solo dengan bus pada tanggal 7 September 2014 dan tiba di Tangerang keesokan harinya. Setibanya di Tangerang kami disambut ramah oleh para anggota Lingkungan Tangerang, mereka banyak membantu bahkan mengantar kami ke bandara untuk terbang ke Filipina. Malam hari kami terbang ke Filipina dan tiba di Manila pagi hari, 9 September 2014. Ketika melihat Bait Suci untuk pertama kalinya kami sangat takjub. Rumah Allah yang sangat istimewa dan kudus.

Waktu berjalan sangat cepat ketika kami di Bait Suci. Tanpa terasa sudah tiga hari kami di sana. Kami telah melaksanakan tata cara-tata cara kudus untuk diri kami sendiri, keluarga kami, dan leluhur kami yang sudah meninggal. Kami tahu apa yang kita meteraikan di Bait Suci akan dimeteraikan juga di Surga (Helaman 10:7). Kami tahu keluarga dapat kekal selamanya.

Bagi sister Endri, dari Lingkungan ke-2 Solo, ini adalah kesempatan istimewa baginya, meski suaminya belum anggota tetapi mendukung penuh keberangkatan sister Endri ke Bait Suci. Sister Endri berharap suatu hari ia akan kembali lagi ke Bait Suci bersama suami dan anak-anaknya. Dan bagi kedua remaja putri yang ikut serta, sister Bella dan sister Erika, mereka sangat senang dapat dimeteraikan bersama keluarganya serta ikut melayani dalam pembaptisan perwakilan leluhur mereka yang sudah meninggal. Keduanya juga berharap bisa kembali lagi ke Bait Suci dan melakukan lebih banyak tata cara perwakilan.

Kami berharap agar di Indonesia segera akan ada Bait Suci karena itu pasti akan sangat memberkati banyak orang. Semoga dorongan untuk mengunjungi Bait Suci akan senantiasa menjadi hasrat kita.