Pusat Kemandirian

    Pusat Kemandirian

    Karena bumi penuh adanya, dan ada cukup dan berlebih-lebih (A&P 104:17).

    Karena bumi penuh adanya, dan ada cukup dan berlebih-lebih

    Pada malam 24 Agustus 2014, Penatua Robert C. Gay dari Dewan Tujuh Puluh meluncurkan inisiatif Kemandirian di Asia dengan meresmikan Pusat Kemandirian pertama di Asia yang berlokasi di Hong Kong.  Pusat-pusat Kemandirian yang serupa akan dibuka juga di enam negara lainnya di Asia, yaitu: India, Malaysia, Indonesia, Taiwan, Kamboja, dan Mongolia.

    Tujuan dari Pusat Kemandirian yang dioperasikan oleh misionaris dan sukarelawan ini bukanlah untuk mendapatkan pekerjaan, memulai usaha, atau pinjaman pendidikan, namun tujuannya adalah membawa  para anggota kepada kemandirian jasmani dan rohani.  Inisiatif ini bukanlah inisiatif “kantor pusat”.  Ini dipimpin dan diarahkan oleh para pemimpin Imamat setempat untuk memenuhi kebutuhan para anggota setempat.

    Metodologi yang digunakan dalam inisiatif  ini adalah dengan mengubah hati menuju keinsafan: setiap orang diundang melalui sebuah landasan ajaran dan asas-asas.  Keterampilan dan asas-asas diajarkan dengan “Cara Tuhan”. Setiap orang yang datang ke Pusat Kemandirian akan mendaftarkan diri mereka di LDSJobs.org dan melakukan penilaian pribadi dengan mengambil “Alur Saya” untuk menentukan kelompok kemandirian yang mana yang dibutuhkannya.  Kelompok-kelompok kemandirian ini terdiri dari tiga area penting untuk memperkuat kemandirian jasmani:

    “Alur Saya”
    • Memulai dan Mengembangkan Usaha Saya
    • Pencarian Kerja Saya
    • Pendidikan untuk Pekerjaan yang Lebih Baik

    Setiap kelompok kemandirian akan bertemu sebanyak 12 kali dan didalam setiap pertemuan akan diajarkan pula asas-asas kemandirian  dari “Landasan Saya: Ajaran & Asas-Asas Kemandirian”.  Setiap peserta belajar dalam kelompok kecil atau dewan anggota dimana proses belajar, merenungkan, berkomitmen, bertindak, mengajar, dan melaporkan dilakukan bukan di ruang kelas saja.  Setiap kelompok akan dibantu oleh seorang sukarelawan yang bertindak sebagai fasilitator.  Dengan iman kepada Tuhan, para peserta bekerja bersama untuk menjadi mandiri.

    Landasan Saya: Ajaran & Asas-Asas Kemandirian

    Membawa jiwa-jiwa kepada kemandirian adalah bagian dari pekerjaan keselamatan.  Mereka yang membutuhkan bantuan untuk menjadi lebih mandiri termasuk mereka yang menerima bantuan persembahan puasa, purnamisi, orang insaf baru, anggota yang kurang aktif, dan pemimpin keimamatan setempat yang membutuhkan pekerjaan yang lebih baik. Kita masing-masing telah diundang untuk “menyelamatkan” saudara-saudara kita dan mempergegas pekerjaan keselamatan.

    “Pekerjaan menyediakan dengan cara Tuhan ini bukanlah sekadar butir lain dalam daftar program Gereja. Itu tidak dapat dilalaikan atau dikesampingkan. Itu adalah yang utama dari ajaran kita; itu adalah intisari agama kita” (Presiden Dieter F. Uchtdorf, “Menyediakan dengan Cara Tuhan”, Liahona, November 2011).

    Menyediakan dengan Cara Tuhan

    Semoga kemandirian dapat menjadi bagian integral dan permanen dari kehidupan setiap Orang Suci Zaman Akhir.  Itu menjadi bagian dari budaya Injil kita.