Rencana Keselamatan

    Rencana Keselamatan

    Selama misi muda saya di Jepang, satu-satunya presentasi audio visual yang kami miliki adalah pertunjukan slide berjudul, Man’s Search for Happiness [Pencarian Manusia untuk Kebahagiaan], yang memiliki musik latar yang dimainkan pada alat perekam. Sekarang ini, kebanyakan orang belum pernah melihat slide foto dan tidak pernah mendengarkan pita kaset. Namun, dalam bisnis, lalu lintas, teknologi, dan kegaduhan dunia saat ini umat manusia masih mencari kebahagiaan dan sebagian besar dunia belum belajar mengenai rencana keselamatan yang besar dari Bapa Surgawi kita. Terlepas dari kemajuan besar dalam pengetahuan dan akses di seluruh dunia terhadap sejumlah besar informasi melalui internet dan teknologi lainnya, pertanyaan terbesar umat manusia tetaplah sama: “Siapakah saya, dan dari mana saya berasal?” “Apa tujuan saya berada di sini?” dan, “Apa yang terjadi setelah kematian?”

    Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah apa yang kita kenal sebagai rencana keselamatan. Rencana ini juga telah disebut rencana penebusan, rencana belas kasihan, dan rencana kebahagiaan. Apa pun sebutannya, hanya ada satu rencana, dan rencana itu diberlakukan oleh Bapa Surgawi kita yang penuh kasih untuk mencapai tujuan dan pekerjaan-Nya, yaitu “untuk mendatangkan kebakaan dan kehidupan kekal bagi manusia.”1

    Sebagai jawaban atas pertanyaan, “Siapakah saya dan dari mana saya berasal?”, kita tahu bahwa kita sesungguhnya adalah anak-anak roh Allah. Allah adalah bapa kita. Kita adalah anak-anak-Nya. Rasul Paulus menyatakan, “kita berasal dari keturunan Allah.”2 Tuhan mengatakan kepada Yeremia, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau.”3 Tuhan telah mengajarkan bahwa “Manusia juga pada awalnya berada bersama Allah”4 dan bahwa kita “menerima pelajaran-pelajaran pertama [kita] di dunia roh dan dipersiapkan untuk tampil pada waktu yang tepat bagi Tuhan.”5 Kita datang dari Allah ke bumi untuk belajar mengikuti rencana-Nya, dan memiliki sukacita, terlepas keadaan ekonomi atau keadaan lain apa pun dalam kehidupan kita.

    Sebagai anak-anak Allah, kita memiliki potensi dan tujuan terbesar. Dengan mematuhi perintah-perintah Allah dan dengan melakukan pekerjaan kesalehan selama kehidupan kita, kita tahu bahwa tidak saja kita akan memiliki sukacita, melainkan kita akan menerima “kedamaian di dunia ini dan kehidupan kekal di dunia yang akan datang.”6 Seorang rasul Tuhan telah mengajarkan bahwa “kehidupan menawarkan kepada Anda dua karunia berharga; satu adalah waktu, yang lainnya adalah kebebasan memilih.”7 Seorang nabi lainnya mengajarkan bahwa tidak saja Adam telah jatuh “agar manusia boleh ada; dan manusia ada, agar mereka boleh merasakan sukacita” tetapi bahwa Yesus Kristus datang untuk melakukan kehendak Bapa dan melaksanakan pendamaian “agar Dia boleh menebus anak-anak manusia.” Karena pendamaian Kristus, kita “bebas selamanya, mengetahui yang baik dari yang jahat; untuk bertindak bagi [diri kita] sendiri dan tidak untuk ditindaki .... Dan [kita] bebas untuk memilih kemerdekaan dan kehidupan kekal” karena pendamaian Juruselamat, atau “untuk memilih penawanan dan kematian” melalui pilihan-pilihan tidak benar kita. Dalam kehidupan ini, kita berusaha dan belajar untuk “memilih kehidupan kekal” dan kebahagiaan, dan tidak memilih dosa serta hal-hal yang akan membawa ketidakbahagiaan dan bahkan kematian rohani.8 Bagian mendasar dari rencana keselamatan adalah bahwa kita masing-masing memiliki hak pilihan moral kita. Kita bebas untuk menentukan bagaimana kita akan menggunakan waktu kita dalam kehidupan ini. Dengan memilih kebenaran maka kita membuktikan kepada diri kita sendiri bahwa kita mampu memilih yang baik dari yang jahat, kesalehan dari dosa, kebahagiaan dari kesedihan yang datang dari dosa. Kita juga tahu bahwa setiap orang akan menerima pahala kekal sesuai dengan pilihan-pilihan itu, karena seperti yang Presiden Thomas S. Monson telah ajarkan, “keputusan menentukan nasib.”9

    Sama seperti Anda hidup sebelum kelahiran fana, sama seperti Anda tinggal di kehidupan ini, demikian pula Anda akan terus hidup setelah kematian. Setelah kematian, kita tahu bahwa “roh semua orang, sesegera mereka pergi dari tubuh fana ini, ya, roh semua orang, apakah mereka baik atau jahat, dibawa pulang kepada Allah itu yang memberi mereka kehidupan.”10 Roh-roh ini akan diterima ke dalam keadaan bahagia, yang disebut firdaus, atau ke dalam kondisi di mana mereka akan diajarkan dan memiliki kesempatan untuk menerima Injil dan bertobat, sehingga “Orang mati yang bertobat akan ditebus, melalui kepatuhan pada tata cara-tata cara rumah Allah. Dan setelah mereka membayar hukuman dari pelanggaran mereka, dan dibasuh bersih, akan menerima pahala menurut pekerjaan mereka, karena mereka adalah ahli waris keselamatan.”11

    Kita juga tahu bahwa dalam waktu Tuhan, semua akan dibangkitkan. “Jiwa akan dipulihkan pada tubuh, dan tubuh pada jiwa; ya, dan setiap anggota tubuh dan tulang sendi akan dipulihkan pada tubuhnya; ya, bahkan sehelai rambut pun dari kepala tidak akan hilang; tetapi segala sesuatu akan dipulihkan pada raganya yang tepat dan sempurna.”12 Tidak saja setiap putra dan putri Allah akan dibangkitkan, setiap orang akan menerima pahala sesuai dengan perbuatan mereka.

    Orang saleh yang telah gagah berani dalam mengikuti Juruselamat, yang telah menerima tata cara-tata cara bait suci yang diperlukan dan telah mematuhi perjanjian-perjanjian yang terkait, akan menerima karunia terbesar Allah, yaitu kehidupan kekal, yang adalah hidup bersama Allah dan bahkan menjadi seperti Dia.13 Inilah sebabnya mengapa kami mengimbau setiap individu dan setiap keluarga melakukan segala upaya untuk memenuhi syarat memiliki rekomendasi bait suci dan untuk melakukan pengurbanan apa pun yang diperlukan guna memenuhi syarat untuk pergi ke bait suci dan menerima tata cara-tata cara tersebut.

    Saya bersaksi tentang Juruselamat dan tentang Rencana Keselamatan besar Bapa Surgawi kita. Kita adalah anak-anak Allah, dan kita berada di sini untuk belajar memilih Dia dan perintah-perintah-Nya. Sama seperti kita hidup sekarang, kita akan dibangkitkan dan kita masing-masing akan menerima pahala sesuai dengan perbuatan kita dalam kehidupan ini. Marilah kita memilih kebahagiaan dan sukacita yang datang dari mematuhi perintah-perintah-Nya dan menerima tata cara-tata cara-Nya. ■


    CATATAN

    1 Musa 1:39.

    2 Kisah para Rasul 17:29.

    3 Yeremia 1:5.

    4 Ajaran dan Perjanjian 93:29.

    5 Ajaran dan Perjanjian 138:56.

    6 Ajaran dan Perjanjian 59:23.

    7 Richard L. Evans, “Man’s Search for Happiness,” 1963.

    8 Lihat 2 Nefi 2:25–28.

    9 Thomas S. Monson, “Decisions Determine Destiny” (Api Unggun Church Educational System, 6 November 2005), 3; speeches.byu.edu.

    10 Alma 40:11.

    11 Ajaran dan Perjanjian 138:58–59.

    12 Alma 40:23.

    13 “Keluarga: Maklumat kepada Dunia,” Ensign atau Liahona, November 2010, 129.