Lewati navigasi utama

Resep Untuk Keberhasilan Berwirausaha

Resep Untuk Keberhasilan Berwirausaha

Ibarat masakan yang lezat, kewirausahaan yang berhasil juga memerlukan resep yang berkualitas dan bahan-bahan masakan pilihan. Bahan utama untuk adonan itu ialah Mimpi, tambahkan Perencanaan dan Kerja Keras untuk mengejar mimpi, selanjutnya tambahkan keterampilan untuk Mendengar dengan telinga, melihat dengan mata, dan mendengar dengan hati. Itulah resep yang dibagikan oleh Brother Todd Sibley, anggota tim Departemen Kemandirian Gereja dari Salt Lake City yang mengunjungi Indonesia tanggal 27 April 2013. 

Mimpi Perencanaan Kerja Keras untuk mengejar mimpi Mendengar dengan telinga, melihat dengan mata, dan mendengar dengan hati

Di bagian kedua Brother Jim Ritchie melalui skype, menambahkan bumbu lainnya, yaitu: keberanian untuk memulai, rasa percaya diri, pendidikan, pelatihan dan mensyukuri berkat-berkat dari Bapa Surgawi. Dibutuhkan seorang mentor untuk memberikan pendidikan dan pelatihan dan seorang murid harus cepat mengamati, melihat dengan hati, dan meniru apa yang dilakukan oleh sang mentor. Faktor pendukung keberhasilan lainnya ialah orang-orang di sekitar kita. Brother Sibley menggaris bawahi bahwa setiap orang dapat sukses kalau mau bekerjasama dengan orang lain. Melalui beberapa tayangan diperlihatkan mukjizat yang dialami seorang tunanetra yang dapat bermain piano dengan terampil berkat kegigihan orang tuanya untuk menjadikan dia orang yang berarti. Juga seorang anak yang lumpuh dapat berperan serta dalam sebuah marching band besar sebagai peniup suling berkat bantuan ayahnya yang mendukungnya tanpa mengenal lelah.

skype keberanian untuk memulai rasa percaya diri, pendidikan, pelatihan mensyukuri berkat-berkat dari Bapa Surgawi. marching band

Brother Martinus Guslar, salah seorang peserta yang sudah pensiun dan telah 3 tahun memulai usaha akupunktur merasa termotivasi untuk melebarkan usahanya. Brother Teddy Tjoe, seorang purna misi muda yang baru memulai usaha penjualan pakan ternak daring mendapatkan motivasi baru untuk belajar lebih banyak lagi dari mentornya, yaitu para pemilik toko pakan ternak. Brother Yogi dan Sister Aldila yang baru beberapa bulan ini menekuni bisnis laundry kiloan juga merasa penting melihat dengan mata dan mendengar dengan hati serta memberlakukan moto “pelanggan adalah raja.” 

laundry