Lewati navigasi utama

Wawancara Eksklusif dengan Presiden Bait Suci Hong Kong - Cina

Wawancara Eksklusif dengan Presiden Bait Suci Hong Kong - Cina

Tata Cara Bait Suci Adalah Pekerjaan Allah yang Akan Menghubungkan Hati Mereka yang Hidup Dengan yang Mati

Presiden Wong Chung Hei Patrick mulai melayani di kantor Presiden Bait Suci Hong Kong Cina pada tanggal 31 Oktober 2013. Presiden Wong lahir di Hong Kong dan lulus dari Universitas Brigham Young – Hawaii, Program Manajemen Bisnis. Dia adalah pejabat manajemen senior dalam perusahaan peralatan listrik besar dan dipanggil untuk melayani sebagai Presiden Pasak Kowloon Cina, Perwakilan Regional Hong Kong dan Tujuh Puluh Area. Presiden Wong pensiun di tahun 2008 dan tinggal di Brisbane, Australia. Sebelum pemanggilannya untuk melayani di Bait Suci Hong Kong, Presiden Wong dan istrinya Sister Wong Cheung Lai Ling Kathy melayani sebagai pekerja tata cara bait suci di Bait Suci Brisbane Australia. Kemudian mereka dipanggil untuk menjadi misionaris layanan keluarga dan bertanggung jawab untuk “Program Pemulihan Kecanduan”. Mereka pernah dipanggil sebagai misionaris pasangan lokal dan melayani para anggota Cina di Brisbane.

Pada tanggal 8 Mei 2013, setelah wawancara dengan Presiden Henry B. Eyring, penasihat pertama dari Presidensi Utama, Presiden dan Sister Wong menerima pemanggilan dan kembali dan melayani di Hong Kong. Dan mereka memulai perjalanan baru dalam kehidupan mereka. Presiden dan Sister Wong adalah hamba Allah yang bersedia “pergi ke mana [Tuhan] ingin [mereka] pergi”. Presiden Wong telah berada diposisinya selama beberapa bulan dan dia dengan semangat menyatakan, “Kesempatan untuk melayani Allah dan sesama di Bait Suci Hong Kong merupakan berkat bagi saya dan keluarga saya. Para anggota yang meluangkan waktu dari jadwal sibuk mereka untuk datang ke bait suci sebagai pekerja tata cara dan patron, terlepas dari usia mereka, menunjukkan dukungan mereka bagi pekerjaan bait suci.”

Presiden Wong juga merasa bahwa tidak ada yang “mustahil” di Rumah Allah. Tidak seperti bait suci yang lain, multi bahasa akan digunakan dalam satu sesi tata cara di Bait Suci Hong Kong. Satu situasi paling luar biasa adalah saat satu pasangan dari Mongolia yang tidak dapat berbicara atau mendengar mengikuti suatu sesi. Apa yang dilakukan untuk memastikan tata cara berlangsung tanpa gangguan? Ya, Allah menyediakan jalan untuk membuat ini terjadi dan bersama Allah “tidak ada yang mustahil”.

Presiden Wong berharap bahwa dewasa lajang muda dan remaja Gereja akan membantu dalam pekerjaan sejarah keluarga, mengupayakan roh Elia dan berusaha untuk menyimpan sejarah keluarga. Nama-nama dari leluhur kita akan mendesak kita untuk lebih sering pergi ke bait suci untuk mewakili mereka. Sister Wong berkomentar, “Semua hal duniawi dapat dilihat sebagai hal rohani. Bait suci adalah gol kekal kita. Meski pun kita dapat menjadi patah semangat dan memiliki kesulitan kita hendaknya tidak menyerah. Melalui Rencana Keselamatan kita tahu bahwa hal-hal dari hal duniawi adalah pendek dan pada akhirnya akan musnah serta menjadi sejarah. Hanya Injil, kebenaran, dan pekerjaan bait suci Allah yang akan bertahan selamanya.” Presiden Wong percaya bahwa ketiga anaknya dipercayakan kepada Sister Wong dan dia oleh Allah. Orang tua hendaknya tahu bagaimana membantu anak-anak mereka untuk menjadi layak dalam pengetahuan, perbuatan, dan kesaksian, serta mempersiapkan mereka untuk pernikahan dan pemeteraian di bait suci untuk kembalinya mereka ke kerajaan Allah.

Visi dan gol dari Presiden Wong adalah sebagai berikut, pertama, untuk memastikan tata cara bait suci sakral dapat dilakukan dengan benar dan khidmat. Kedua, bersama rekan-rekannya memertahankan bait suci sebagai tempat yang tenteram dan rohani, sebuah rumah dimana para anggota dapat menerima wahyu pribadi. Bait suci adalah tempat belajar, tempat yang indah untuk mendidik dan mempersiapkan kita, tempat kebahagiaan dan harmonis dimana setiap peserta dapat mengupayakan bagi diri mereka sendiri ketenangan dan kedamaian pribadi untuk mengatasi kesulitan dan tantangan pribadi. Ketiga, untuk membantu lebih banyak leluhur menerima keselamatan mereka melalui peran serta dari pekerjaan bait suci anggota dan kesediaan mereka untuk memasuki bait suci, mengupayakan berkat-berkat bait suci mewakili leluhur mereka.

Moto Presiden Wong adalah: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” (Yosua 24:15)